Megan Lisandra Elmira Kilsch nama lengkapnya. Seorang anak hasil dari perkawinan campuran, Ayah berkebangsaan Jerman dan Ibu berkebangsaan Indonesia. Megan adalah anak satu-satunya namun ia tidak dimanja oleh orangtuanya, ia di didik untuk mandiri sejak kecil. Orangtua nya selalu berkata padanya, “Kamu anak satu-satunya jadi harus lebih mandiri, karena kalau papa mama sudah tidak ada, kamu harus sudah mampu bertumpu dengan dirimu sendiri.”
Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Sumatra Utara (USU) ini merupakan seorang fashion model. “Hitung hitung mengisi waktu senggang dengan hobi yang dibayar.” ujarnya. Selain modelling, Megan sangat menyukai travelling, terutama ke alam. Kecintaannya pada travelling dan alam ini di dapatnya dari kedua orangtua nya. Sejak kecil, ia selalu dibawa berpergian ke berbagai tempat dan dibiarkan membaur dengan alam dan warga setempat.
Sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD), Megan tinggal di sebuah perkampungan terpencil selama 2 tahun. Ia tinggal di lahan luas yang dikelilingi hutan, sawah, dan sebuah sungai mengalir tepat di samping rumahnya. Mungkin karena inilah ia sudah dapat berenang sendiri sejak ia menginjak umur 4 tahun, dapat bersepeda 2 roda pada umur 6 tahun, kayaking pada umur 8 tahun, serta berkuda pada umur 10 tahun, dan ia juga sudah pandai surfing sejak berumur 14 tahun. Ia tumbuh menjadi anak yang pemberani dan aktif.
Gadis berumur 19 tahun ini pertama kali travelling sendiri tanpa orangtua nya saat ia berumur 17 tahun. Bali menjadi pilihan destinasinya saat itu bersama sahabatnya, Ivana. Sejak saat itu, Ia sudah mengunjungi 58 kota dari total 10 negara, beberapa kali ia pergi sendiri atau sering disebut solo traveller dan sisanya bersama temannya. Bulan lalu, Megan baru kembali dari tripnya mengelilingi Eropa selama 2 bulan penuh. Megan ingin mengililingi dunia dan mengalahkan Papa nya yang sudah mengelilingi lebih dari 60 negara di dunia.
Megan berkata, “Alasan saya sangat menyukai travelling karena kita dapat melihat dan merasakan dunia dari perspektif yang berbeda. Travelling memberi kita banyak pengetahuan, pengalaman, dan teman baru.Selain itu, membuat kita semakin bersyukur juga, dengan segala keindahan alam semesta dan kita masih diberi kesempatan untuk merasakaannya. Sebenarnya masih banyak lagi alasan kenapa saya bisa menyukai travelling, tapi itu lah beberapa contohnya.”
Gadis dengan tinggi 174cm ini membiayai liburannya sendiri, ia selalu menyisihkan uang saku dan gaji hasil modellingnya. Ia juga mempunyai online shop yang memberinya sedikit duit tambahan. Ia sangat jarang membelanjakan uangnya untuk luxury stuff. Ia lebih memilih untuk menggunakan uangnya untuk berpergian ke tempat-tempat yang ia impikan. “Collect experiences not things, have stories to tell not stuff to show,” itulah salah satu prinsip hidupnya saat ini.
Posting Komentar
Posting Komentar