Review
Film Hayya : The Power Of Love 2

Film Hayya : The Power Of Love 2 merupakan sekuel
lanjutan dari film sekuel pertamanya yaitu 212 :The Power Of Love. Film ini
digarap oleh sutradara muda Jastis Arimba menit. Tayang secara serentak pertama
kali pada 19 September 2019 di bioskop seluruh Indonesia. Dibintangi oleh Fauzi
Baadilla sebagai pemeran utama yang memerankan tokoh Rahmat.
Film
berdurasi 1 jam 41 menit ini menceritakan tentang tokoh Rahmat yang memiliki
masa lalu kelam dan sering kali dihantui perasaan menyesal akan dosa dosanya. Ia
tengah menjalani proses hijrahnya dan ingin menjadi orang yang berguna untuk
orang lain. Ia pun memutuskan untuk menjadi relawan ditanah para
nabi,Palestina.Kala itu ia bertemu dengan seorang gadis kecil yatim piatu yang
ia selamatkan. Gadis kecil itu bernama Hayya.Seiring berjalannya waktu Rahmat
pun menyayangi Hayya selayaknya anak sendiri. Masa bertugasnya telah berakhir
yang mengharuskan Rahmat untuk pulang sembari menunggu tanggal pernikahannya
yang semakin dekat.
Walau berat hati,Rahmat pun pulang ke Indonesia. Sesampainya
di rumah,ia terkejut melihat Hayya yang ternyata mengikutinya. Awalnya Rahmat
hendak melaporkan perihal keikut sertaan Hayya bersamanya,namun tiba-tiba ia
mengurungkan niat tesrsebut dan memilih untuk menyembunyikan keberadaan Hayya
demi melindunginya dari trauma terhadap situasi perang. Di satu sisi,Rahmat
mengetahui bahwa perbuatannya telah melanggar hukum dua negara karena dianggap
melakukan penculikan. Namun disisi lain,ia ingin memberikan tempat yang nyaman
dan layak kepada Hayya.
Film ini
banyak mengandung pesan-pesan islami. Sekilas alur cerita pada film ini
tergolong sederhana dan mudah dicerna. Penonton tidak akan dibuat bingung
dengan alur selanjutnya. Adegan yang terdapat didalamnya juga bervariasi.Ada
kalanya kita dibawa tertawa dengan tingkah lucu pengasuh wanita yang diperankan
oleh Ria Ricis,ada kalanya mencekam dan bahkan dibawa menangis. Film ini
membawa pesan moral,cinta dan keimanan yang disajikan secara sederhana.
Walaupun
ada beberapa adegan yang tidak sesuai logika seperti Hayya yang mampu bertahan
hidup sendirian didalam sebuah kapal pesiar selama berminggu-minggu tanpa
ketahuan.Alur sederhana yang disajikan film ini terkesan mudah terbaca sehingga
tidak membangkitkan rasa penasaran penonton.Bagi penonton yang hanya menonton
film Hayya : The power of love 2 tanpa menonton sekuel pertamanya,akan cukup
sulit mendapatkan feel karena alur
ceritanya memiliki keterkaitan alur yang cukup erat. Walau demikian, ssecara
keseluruhan film ini layak ditonton oleh semua kalangan usia.
Posting Komentar
Posting Komentar