Aku
Namaku Annisa aku terlahir didunia sebagai perempuan tepatnya di Medan, 21 September 2000, aku dilahirkan oleh ibu yang sangat hebat. Banyak orang yang mengatakan namaku sangat pendek, mereka mengira bahwa ibuku pelit dengan nama HAHA padahal alasannya bukan itu. Ibu dan Ayahku adalah orang yang tidak mau ribet mereka ingin mempunyai anak yang namanya tidak membuatnya susah dikemudian hari. alasannya sederhana mengapa mereka memberi nama sependek itu karena mereka tidak ingin jika aku mengikuti ujian aku tidak sulit untuk menuliskan namaku. Aku anak ketiga dari tiga bersaudara yang artinya aku adalah anak terakhir dikeluargaku. Aku mempunyai satu abang dan satu kakak dan dua-duanya sudah menikah, mereka mempunyai nama yang pendek sama sepertiku. Aku sangat menyayangi keluargaku, dikeluargaku aku merasa hangat, saling sayang menyayangi, tidak pernah ada terdengar perkataan kasar karena ayahku sangat tidak menyukainya. Aku sangat beruntung bisa terlahir dikeluarga ini.
Aku seorang mahasiswa di Universitas Sumatera Utara tepatnya dijurusan Ilmu Komunikasi, awalnya aku tidak tahu dijurusan ini aku bakal jadi apa nantinya, Cita-citaku adalah aku ingin menjadi seorang wartawan, presenter ataupun seseorang yang bekerja di salah satu instansi perusahaan yang terkenal, setelah saya mengikuti setiap pembelajaran di komunikasi ini aku merasa aku tidak salah memilih jurusan karena jurusan ini sangat relevan dengan cita-citaku yang pada awalnya aku tidak tahu kemana dan jadi apa jika kuliah dijurusan ini.
Aku adalah seseorang yang bisa dibilang cukup pesimis dan pemalu, tidak berani mengeluarkan pendapat karena takut salah. Aku sadar didalam diriku ini banyak sekali sifat-sifat yang nantinya akan mengahambat kesuksesanku, banyak sekali sifat-sifat yang tidak bagus. Akhirnya aku intropekksi diri jika aku terus bertahan dengan sifatku yang sangat tidak menguntungkan untuk kehidupanku yang akan datang aku akan menjadi orang yang tidak berguna bagi siapapun, waktu aku duduk dibangku SMA disitulah aku merubah diriku, aku tidak bisa terus berteman dengan sifat negatif yang ada didalam diriku, aku memulainya dari cara belajarku, aku mulai berani maju kedepan sendirian untuk menjelaskan suatu materi, aku mulai meningkatkan percaya diri dan tidak takut akan kesalahan sebelum mencobanya, dan dari situ aku sudah berhasil mendidik diriku untuk melawan sifat yang tidak bagus dalam diri. Aku menanamkan pada diriku bahwa aku bisa seperti orang lain dan tidak ada bedanya, mereka bisa kenapa aku tidak bisa, bahkan kalau bisa aku lebih dari mereka.
Tetapi pada saat pertengahan aku menjalankan perkuliahan ini aku merasa terbebani dan sifat burukku kembali lagi, aku menjadi orang yang tidak berani, ak malu, aku penakut dan itu adalah momok bagiku, aku merasa aku tidak sanggup kuliah lagi, sempat terbesit difikiranku untuk berhenti kuliah dan melanjutkan mencari pekerjaan, tetapi dengan catatan pekerjaan itu tidak jauh beda dengan pekerjaan orang yang sudah sarjana, mungkin itu sangat sulit didapat, jika adapun pasti tidak banyak,. Tetapi aku berfikir lagi saya melihat kedua orangku, aku ingin membanggakan mereka, aku ingin mewujudkan cita-cita mereka. Aku harus merubah pola pikirkuu, aku tidak boleh lemah, aku harus bisa walaupun terkadang ada rasa lelah untuk melanjutkan semua ini. Tapi balik lagi aku melihat kedua orang tua saya. Mereka melakukan segalanya untukku, mereka percaya pada aku bahwa suatu saat nanti aku pasti bisa mengharumkan dan membanggakan nama mereka karena mempunyai anak seperti seperti diriku
Aku seorang mahasiswa di Universitas Sumatera Utara tepatnya dijurusan Ilmu Komunikasi, awalnya aku tidak tahu dijurusan ini aku bakal jadi apa nantinya, Cita-citaku adalah aku ingin menjadi seorang wartawan, presenter ataupun seseorang yang bekerja di salah satu instansi perusahaan yang terkenal, setelah saya mengikuti setiap pembelajaran di komunikasi ini aku merasa aku tidak salah memilih jurusan karena jurusan ini sangat relevan dengan cita-citaku yang pada awalnya aku tidak tahu kemana dan jadi apa jika kuliah dijurusan ini.
Aku adalah seseorang yang bisa dibilang cukup pesimis dan pemalu, tidak berani mengeluarkan pendapat karena takut salah. Aku sadar didalam diriku ini banyak sekali sifat-sifat yang nantinya akan mengahambat kesuksesanku, banyak sekali sifat-sifat yang tidak bagus. Akhirnya aku intropekksi diri jika aku terus bertahan dengan sifatku yang sangat tidak menguntungkan untuk kehidupanku yang akan datang aku akan menjadi orang yang tidak berguna bagi siapapun, waktu aku duduk dibangku SMA disitulah aku merubah diriku, aku tidak bisa terus berteman dengan sifat negatif yang ada didalam diriku, aku memulainya dari cara belajarku, aku mulai berani maju kedepan sendirian untuk menjelaskan suatu materi, aku mulai meningkatkan percaya diri dan tidak takut akan kesalahan sebelum mencobanya, dan dari situ aku sudah berhasil mendidik diriku untuk melawan sifat yang tidak bagus dalam diri. Aku menanamkan pada diriku bahwa aku bisa seperti orang lain dan tidak ada bedanya, mereka bisa kenapa aku tidak bisa, bahkan kalau bisa aku lebih dari mereka.
Tetapi pada saat pertengahan aku menjalankan perkuliahan ini aku merasa terbebani dan sifat burukku kembali lagi, aku menjadi orang yang tidak berani, ak malu, aku penakut dan itu adalah momok bagiku, aku merasa aku tidak sanggup kuliah lagi, sempat terbesit difikiranku untuk berhenti kuliah dan melanjutkan mencari pekerjaan, tetapi dengan catatan pekerjaan itu tidak jauh beda dengan pekerjaan orang yang sudah sarjana, mungkin itu sangat sulit didapat, jika adapun pasti tidak banyak,. Tetapi aku berfikir lagi saya melihat kedua orangku, aku ingin membanggakan mereka, aku ingin mewujudkan cita-cita mereka. Aku harus merubah pola pikirkuu, aku tidak boleh lemah, aku harus bisa walaupun terkadang ada rasa lelah untuk melanjutkan semua ini. Tapi balik lagi aku melihat kedua orang tua saya. Mereka melakukan segalanya untukku, mereka percaya pada aku bahwa suatu saat nanti aku pasti bisa mengharumkan dan membanggakan nama mereka karena mempunyai anak seperti seperti diriku
Posting Komentar
Posting Komentar