Ilmu Komunikasi A USU 2018

Blog ini dibuat bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah keterampilan berkomunikasi 2.

Tentang Si Gadis Pisces

           Hai, aku adalah seorang gadis yang bernama lengkap Dinda Rahma Puspita Daulay. Orang-orang biasa memanggilku Dinda, namun terkadang orang terdekat seperti keluarga akan memanggilku Puspita. Aku dilahirkan di sebuah kota kecil yang ada di Provinsi Sumatera Utara yaitu kota Rantauprapat, tepatnya pada tanggal 19 Maret 2000. Menurut rasi bintang atau biasa disebut Zodiak, kelahiran 19 Maret termasuk kedalam Zodiak dengan lambang ikan berenang dengan arah berlawanan atau yang disebut Pisces. Katanya, orang-orang yang memiliki  Zodiak Pisces ini adalah orang-orang yang terlalu perasa, atau dengan kata lain selalu mengutamakan perasaan dalam kehidupannya. Entah itu suatu kebetulan atau tidak, namun aku mengakui bahwa aku adalah orang yang mengutamakan perasaan ketika melakukan suatu hal atau menghadapi masalah. Jika melakukan sebuah tindakan dalam sebuah persoalan aku akan memikirkan berulang-berulang kali, apakah tindakanku itu tepat atau tidak, apakah aku akan membuat orang lain tersakiti, atau ketika aku tidak bisa melakukan suatu hal aku cenderung khawatir akan mengecewakan orang lain. Ketika membicarakan suatu hal dengan teman-temanku, aku sering mengaitkannya dengan perasaan, sehingga mereka sering mengatakan aku terlalu Baper (Bawa Perasaan). 

          Aku termasuk gadis yang terlalu over thinking dan mudah cemas, bahkan terkadang aku akan memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Ah, percayalah itu sangat buruk dan membuat kepala pusing sendiri. Namun terkadang hal itu juga berdampak baik bagiku, dengan begitu aku mampu mengendalikan diri dan mengatasi masalah dengan berpikir jernih sebelum bertindak. Ketika sedang marah, kesal, dan sedih, aku akan diam dan menjauh, namun ketika amarah ku sudah tak mampu untuk aku pendam aku akan menumpahkannya dengan menangis, jika sudah merasa lebih tenang barulah aku akan mengungkapkan perasaan dan isi hatiku.


        Aku hidup ditengah-tengah keluarga sederhana. Ayahku bekerja sebagai seorang wiraswasta yaitu memiliki usaha pertukangan dan pembuatan perabot rumah tangga. Ayah merupakan orang yang keras dan tegas dalam mendidik, namun disamping itu ayah adalah seorang yang penyayang dan mampu memanjakan anak-anaknya dengan caranya sendiri. Ibuku adalah pegawai di sebuah perusahaan swasta. Walaupun ibu seorang wanita karier, tapi ibu selalu meluangkan waktunya untuk keluarga. Karena bagi ibu, keluarga adalah prioritas utama. Ibu akan berangkat kerja pada pukul 8 pagi dan pulang pada pukul 5 sore, dan waktu yang tersisah itu akan selalu dimanfaatkan ibu untuk keluarga. Ibuku adalah orang yang sangat sabar dan pengertian, jika menghadapi sebuah masalah ibu akan lebih banyak mengalah agar tidak memperparah suasana katanya. Aku adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Menurutku aku adalah orang yang beruntung, karena memiliki porsi lengkap dalam persaudaraan. Aku memiliki kakak sebagai tempatku bercerita dan mengajariku dalam berbagai hal, seorang abang yang melindungi dan menjagaku, dan seorang adik laki-laki yang bisa menjadi teman berkelahi maupun bercanda. 


        Jika berbicara soal hobi, aku suka membaca novel, baik itu novel berbentuk cetak atau elektronik dengan berbagai genre. Ketika membaca aku mampu menghabiskan waktu berjam-jam dan terhanyut dalam cerita yang aku baca, dan aku merasa sangat senang ketika menceritakan kembali cerita yang aku baca. Menonton, menggambar, dan bernyanyi juga menjadi hobiku. Belakangan ini aku juga senang menulis dan sedang berusaha untuk menulis sebuah cerita yang bagus. Menurutku, ketika menulis aku mampu mengekspresikan pemikiranku atau perasaan yang sedang aku rasakan, yang mungkin bisa membuat orang lain suka dan terinspirasi.


         Aku seorang gadis yang mudah bergaul, walaupun ketika diawal pertemuan aku akan terkesan pendiam, percayalah itu hanya karena aku ingin menyesuaikan diri dalam lingkungan yang baru aku jumpai. Jika sudah merasa nyaman dan menaruh kepercayaan terhadap orang lain, aku akan sangat mudah untuk terbuka dan menceritakan masalah yang sedang aku hadapi, namun aku juga akan mengoreksi terlebih dahulu orang seperti apa yang akan aku jadikan teman curhatku dan masalah seperti apa yang pantas atau tidak untuk aku bagikan. Jika kepercayaan yang sudah aku berikan dirusak, aku akan menjaga jarak dan bisa saja menjauh dari orang tersebut.


         Aku termasuk anak yang ceria dan cerewet sedari kecil. Jika sudah bercerita aku akan berceloteh panjang lebar. Aku juga orang yang mudah tertawa dan merasa lucu, bahkan dengan hal-hal kecil yang mungkin dianggap beberapa orang tidak ada kelucuan sama sekali. Oke, katakan saja aku ini receh. Yah, tapi memang seperti itulah aku.


          Jika berbicara soal kehidupan, pasti setiap orang memiliki masalah dan ujian dalam hidupnya. Begitu pula aku, banyak masalah dan ujian yang telah aku lalui, tapi selama hidupku masih terus berlanjut maka masih banyak masalah dan ujian yang harus dihadapi kedepannya. Disini aku ingin menceritakan permasalahan dan ujian hidup yang pernah aku hadapi bahkan hingga saat ini aku masih berusaha menjalaninya. 


         Sejak lahir, aku termasuk anak yang sehat dan normal. Aku jarang sakit dan hari-hari ku berlangsung seperti anak-anak pada umumnya. Hingga pada saat aku berada di kelas 3 SMA tepatnya saat aku berumur 18 tahun, aku harus menghadapi cobaan yang sangat berat dalam hidupku. Aku mengalami penyakit tumor tulang (Osteochondroma) di kaki sebelah kananku, tepatnya dibetis dan dibelakang lututku. Penyakitku itu terjadi secara tiba-tiba, sebelumnya tidak pernah ada tanda-tanda yang menunjukkan tumor itu berkembang, hingga aku mengetahuinya ketika aku merasakan sakit di betis ketika aku berdiri dan ada benjolan yang menghalangi pergerakan kakiku.


Selama aku sakit, kegiatan dan tenagaku menjadi terbatas. Aku tak bisa lagi berlari seperti dulu. Jangankan untuk berlari, berjalan saja aku sangat susah, bahkan saat jongkok aku harus berpegangan agar tidak terjatuh. Saat berdiri pun aku tidak senormal dulu, aku tidak bisa berdiri terlalu lama karena kakiku akan terasa sangat sakit dan berdenyut. Saat teman-temanku sedang disibukkan dengan kegiatan dan mengurus segala hal untuk menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Perguruan Tinggi, aku harus menjalani berbagai pengobatan. Aku merasa sangat sedih, bahkan aku sempat merasa takut jika tidak dapat melanjutkan pendidikanku ke Perguruan Tinggi, karena setelah Ujian Nasional aku akan menjalani operasi. Namun ternyata, Tuhan punya jalan lain untuk hidupku. Aku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti jalur undangan untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Aku memilih jurusan yang aku inginkan dan Alhamdulillah aku lulus seleksi dan diterima di Universitas Sumatera Utara. Saat mengetahui aku lulus, aku sangat bersyukur, bahkan aku menangis saat memberitahukannya kepada orang tuaku. Dibalik badai yang sangat deras pasti ada pelangi setelahnya. Begitu pula dibalik kesedihan pasti ada kebahagiaan yang menantikan. 


        Tepat pada bulan puasa hari pertama, aku menjalani operasi disalah satu rumah sakit di Rantauprapat. Rasanya aku tak pernah berpikir akan mengalami hal seperti itu, harus terbaring diatas brankar rumah sakit dengan kaki yang akan dibedah. Saat itu, walaupun aku merasa khawatir ketika menjalani operasi, tapi aku sangat semangat ingin segera melakukannya agar aku bisa sembuh dan kembali berjalan normal.  Namun ternyata, yang terjadi tak sesuai dengan yang aku harapkan. Tumor tulang yang ada di betis memang sudah diangkat, namun tumor tulang yang ada dibelakang lutut belum bisa diangkat karena masih sangat kecil dan terjepit di pembuluh darah besar dan ternyata tendon di kakiku pun memendek sehingga aku tidak bisa berjalan normal. Aku sempat merasa kecewa dan sedih, namun aku tetap menjalani pengobatan dan fisioterapi yang disarankan dokter. Dan sampai saat ini aku sedang berjuang untuk sembuh dari penyakitku meskipun cara berjalanku juga belum bisa senormal dulu.  Aku percaya, Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada hambanya, melebihi batas kemampuannya. Mungkin Tuhan percaya aku mampu melewati ujian-Nya dan ada hal yang terbaik untuk diriku kedepannya. 


        Saat ini aku sudah berumur 19 tahun dan sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa di Universitas Sumatera Utara, jurusan Ilmu Komunikasi. Di kota Medan ini, aku mulai belajar menjadi lebih mandiri, karena jauh dari keluarga dan harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang lebih besar. Walaupun kondisi kesehatan belum sepenuhnya membaik dan aku memiliki keterbatasan dalam beraktifitas, namun aku tetap berusaha melakukan kegiatan perkuliahanku sebaik mungkin.


Aku mengikuti perkuliahan seperti mahasiswa pada umumnya, bersosialisai dengan teman baru, dan mengikuti kegiatan dalam berorganisasi di kampus. Meskipun begitu, aku juga harus menjaga kondisi kesehatanku, aku tak pernah merasa malu atau ragu mengatakan kelemahan dan keterbatasanku dalam setiap kegiatan yang diadakan di kampus jika itu termasuk kegiatan yang berat. Meskipun terkadang diriku si gadis pisces ini, lagi-lagi harus terbawa perasaan setiap kali orang lain menganggap diriku seorang gadis yang berpenyakitan atau terkadang mereka secara terang-terangan memperhatikan cara berjalan ku yang berbeda. Ah,percayalah terkadang itu membuatku merasa sedih. Namun, jika terus-terusan memikirkan pandangan orang lain tentang kita, maka tak akan ada habisnya. Hanya diri kita sendirilah yang mengerti apa yang sedang kita rasakan dan hadapi. Aku selalu menguatkan diri sendiri dan berusaha melakukan yang terbaik agar orang lain tak memandangku sebelah mata. Hidup bukan hanya tentang kesenangan sajakan? Maka dari itu, ketika hidup sedang diberikan ujian dari sang pencipta, seseduh dan semenyakitkan apapun itu  kau harus berusaha menjalaninya dengan ikhlas dan melakukan yang terbaik, sebab kita dapat bersinar dengan cara kita sendiri. Begitu pula dengan diriku si gadis pisces yang memiliki banyak kekurangan ini, akan selalu berusaha untuk bersinar dengan caranya sendiri. Segala hal yang terjadi kemarin, saat ini, atau esok adalah bagian dari cerita hidupku yang akan terus berlanjut.

           

Related Posts

1 komentar

  1. Semangat Dinda! Badai pasti berlalu, setiap hal pasti ada hikmahnya ❤️

    BalasHapus

Posting Komentar

Writers

Aisha Tania Sinantan Sikoko 4 Alfi Bardan 3 Alya Elmi Niyana 3 Annisa 3 Anthony Dhasdo Siallagan 1 Aprilia 3 Arief Ramadhan Djiwandana 3 Chalista Putri Nadila 4 Christoper Aprilio Herdimas Siregar 3 Cici Handayani Br.Ginting 4 Cut Yasmine Amalia Nurazzahra 4 Dai Ridho Ritonga 2 Debora Ginting 3 Debra Nila Mesita Yohana 4 Devita Sandra Milenia 3 Dinda Rahma Puspita Daulay 2 Dira Zulfi Chairunnisa 1 Diva Annisa Siregar 2 Erizki Maulida Lubis 4 Esai 40 Essay 1 Evi Septianti Br Perangin-Angin 4 Fatima Apriani Harahap 4 Fauzi Akbar 3 Feature 7 Fitri Fajriah Harapan 2 Galih Muhammad Soaloon Lubis 2 Game 1 Grace Immanuella Pascauli Hasugian 4 Gress Miya Tobina Tarigan 3 Habil Jabbar Jamack 1 Howen Jayawi 3 Jeremi Chris Sandra Brahmana 1 Jesika Gultom 3 Jihan Afrah 4 Karina Hanna Afriaty 4 Katerina Cheryl Dwi Anugrah 2 Khairunnisa 2 Konsumerisme 1 Lidya Sutanto 3 Maeka Naoma Tobing 2 Megan Lisandra Elmira 2 Meli Deliana Kamila 1 Mira Miareta Putri 1 Misrul Azizah 2 Muhammad Adriansyah Lubis 2 Muhammad Fikri Razak 4 Muhammad Hamli Rizki 4 Muhammad Ricky Al Fazril 2 Muhammad Ryan Alfarizi Nawar 3 Muhammad Taufan Mulia Harahap 4 Mukhlis Lahuddin Harahap 3 Nur Rahmi Aqilia 2 Nurkhaliza Lubis 4 Prayer Nugraha M Sitorus 2 Puan Nadiya Maghfirah 2 Rafika Rizki Nurhadi 1 Raja Salsabila Pasha 2 Restika Juliana Silalahi 3 Review 10 Risya Nur Hasanah Saragih 1 Rizka Farha Aulia 3 Rohid Zulfikar Ashari 3 Sania Febrita Br Sembiring 3 Shalli Aggia Putri 2 Shilva Devira 1 Suci Syahfitri Ani 3 Syafira Pohan 3 Tentang Kami 66 Timotius Dwiki Meglona Hutabarat 4 Tsani Afifah 4 tutorial 1 Valencia Christiani Zebua 4 Vany Ayudisty 1 Widya Tri Utami 1