Ilmu Komunikasi A USU 2018

Blog ini dibuat bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah keterampilan berkomunikasi 2.

Dampak dari Indonesia Berkabu(t)ng



Dampak dari Indonesia Berkabu(t)ng

            Halo semuanya, nama saya Arief Ramadhan Djiwandana. Seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. Disini saya akan membahas tentang bencana yang sedang menimpa negeri kita tercinta yaitu tebal nya kabut asap yang melanda penjuru nusantara yang diakibatkan oleh kebakaran hutan, atau lebih tepatnya “pembakaran“ hutan. Titik panas api (Hotspot) yang menjadi sumber bencana asap ini sendiri membentang mulai dari Riau, Jambi, serta beberapa wilayah di Kalimantan dan Sulawesi.
Adapun aktivitas pembebasan lahan dengan membakar hutan ini adalah upaya yang tak lain bertujuan untuk menambah keuntungan dan pundi-pundi uang bagi segelintir kalangan, sedangkan dampak buruknya sangat dirasakan oleh semua kalangan yang tak hannya berada di Indonesia bahkan hingga ke negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Thailand.
         Seperti yang kita tahu dan rasakan belakangan ini Indonesia ditutupi oleh asap yang dikarenakan oleh terbakarnya hutan dan lahan. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kebakaran hutan beserta dampaknya, ada yang perlu diketahui bahwasannya ada sedikit perbedaan istilah antara pembakaran hutan dan kebakaran hutan. Dimana pembakaran hutan identik dengan kejadian yang berasal dari kendali aktivitas pada lokasi tertentu, yang berguna untuk pembukaan lahan, mengendalikan hama, hingga meremajakan hutan. Sedangkan kebakaran hutan lebih dititikberatkan pada peristiwa yang terjadi bukan karna niat dan ulah tangan manusia, melainkan terjadi secara tidak disengaja atau juga terjadi secara alami. Namun pada implementasinya, proses pembakaran hutan justru bisa menjadi tidak terkendali dan memicu kebakaran hutan. Kasus kebakaran hutan dewasa ini contohnya, dimana kebakaran hutan dipicu oleh aktivitas pembakaran hutan.
            Adapun dampak-dampak yang dirasakan dari kebakaran hutan ini bisa berupa dampak negative maupun positif. Dampak negatifnya meliputi dampak langsung, dampak ekologis, dampak ekonomi, hingga dampak kesehatan
Untuk dampak negatif yang bisa dirasakan langsung antara lain jatuhnya korban luka dan jiwa, kerusakan infrastruktur, untuk dampak ekologisnya kebakaran hutan bisa menjadi bencana yang amat besar bagi beraneka ragam hayati. Belum lagi jumlah rusak dan hilangnya tumbuhan yang mana bisa mengakibatkan terganggunya ekosistem yang sedang berlangsung. baik segi keanekaragaman hayati maupun hewani. Dari segi ekonomi hilangnya hutan bisa menimbulkan kerugian yang tidak sedikit sebab hilangnya keuntungan karena deforestasi dan keanekaragaman hayati. Belum lagi dampak KARHUTLA yang dirasakan langsung oleh penduduk yang berada di lingkungan yang terbakar dan tercemar tersebut hingga berdampak pada mata pencaharian penduduk tersebut. Adapaun dampak kebakaran hutan dan lahan dari segi kesehatan sangat jelas bahwa asap bisa menjadi berbahaya bagi manusia apabila asap yang membawa gas-gas seperti Sulfur Dioksida (SO2), Karbon Monoksida (CO), Benzen, Nitrogen Oksida, serta Ozon (O3) bisa berdampak buruk bagi manusia terutama bayi, manula, hingga pengidap penyakit pernapasan.
Tetapi tidak dapat dipungkiri juga bahwa KARHUTLA juga memiliki dampak positif bagi keberlangsungan manusia. Diantaranya yaitu menyuburkan tanah, meremajakan tanaman, memusnahkan hama, hingga pembersihan lahan. Kesuburan tanah bisa diperoleh dari kebakaran hutan karena abu yang keluar dari sisa pembakaran bisa menjadi mineral penting bagi tanah hutan sehingga tanah hutan menjadi kaya akan kandungan mineral. Selain itu juga KARHUTLA bisa berdampak baik bagi tumbuhan sebagai alat peremajaan tanaman. Pada umumnya setelah hutan habis dibakar akan muncul tunas-tunas baru yang bisa berkembang dengan efektif dan pesat. Dampak baik lainnya yaitu pengurangan hama. Hal ini terjadi setelah adanya tanah di hutan yang terbakar sehingga juga membakar hama-hama yang selama ini menghalangi aktivitas pada dunia kehutanan/pertanian. Dan dampak baik yang bisa diperoleh yaitu efesiensi yang didapat dari pembersihan dan pembebasan lahan yang mana sering digunakan sebagai salah satu cara atau metoda untuk membebaskan dan membersihkan lahan untuk perkebunan dan pertanian, hingga biaya pembebasan yang cenderung murah, minim tenaga kerja, dan tidak memerlukan alat berat dan canggih.

Namun, semua keuntungan positif yang ada disebutkan diatas tersebut hanya bisa dirasakan dengan catatan pembakaran hutan yang terjadi harus dalam lingkup yang lebih kecil. Terlepas dari hal-hal baik yang bisa kita dapatkan dari pembakaran hutan tersebut, kita harus pahami bahwa KARHUTLA adalah persoalan yang harus segera kita selesaikan agar kemudian tidak terdapat korban yang berjatuhan. Dan KARHUTLA ini juga merupakan tanggung jawab dan PR besar bagi pemerintahan saat ini. Sebab, sebelum korban-korban lain berjatuhan, kita harus segera menyelesaikan kasus ini, bagaimanapun juga selama kasus nya berdampak bagi hajat hidup orang banyak, kita harus bisa berada di garda terdepan sebagai mahasiswa untuk mengutip, menerima, dan menyampaikan aspirasi orang-orang di lingkungan sekitar.

Pembersihan Lahan

Membakar hutan juga sering digunakan sebagai salah satu metode pembersihan lahan untuk perkebunan dan pertanian. Biaya pembersihan lahan yang sangat murah, minim tenaga kerja dan tidak perlu peralatan canggih.

Memusnahkan Hama

Kebakaran hutan memusnahkan semua biomas yang ada di atas tanah, bahkan sampai ke kedalaman tertentu. Hama dan penyakit tanaman yang ada pun sudah barang tentu ikut musnah. 7



Terlepas dari dampak positif seperti yang disebutkan di atas, sisi negatifnya tetap tak bisa dielakkan, hal ini sama sekali tidak bisa dianggap sepele karena dampak negatif dari asap lahan yang dibakar ini sudah menyangkut keselamatan jiwa masyarakat sekitar, rasanya dampak positif yang ada tidak sepadan jika harus mengorbankan keselamatan jiwa banyak orang.





Related Posts

Posting Komentar

Writers

Aisha Tania Sinantan Sikoko 4 Alfi Bardan 3 Alya Elmi Niyana 3 Annisa 3 Anthony Dhasdo Siallagan 1 Aprilia 3 Arief Ramadhan Djiwandana 3 Chalista Putri Nadila 4 Christoper Aprilio Herdimas Siregar 3 Cici Handayani Br.Ginting 4 Cut Yasmine Amalia Nurazzahra 4 Dai Ridho Ritonga 2 Debora Ginting 3 Debra Nila Mesita Yohana 4 Devita Sandra Milenia 3 Dinda Rahma Puspita Daulay 2 Dira Zulfi Chairunnisa 1 Diva Annisa Siregar 2 Erizki Maulida Lubis 4 Esai 40 Essay 1 Evi Septianti Br Perangin-Angin 4 Fatima Apriani Harahap 4 Fauzi Akbar 3 Feature 7 Fitri Fajriah Harapan 2 Galih Muhammad Soaloon Lubis 2 Game 1 Grace Immanuella Pascauli Hasugian 4 Gress Miya Tobina Tarigan 3 Habil Jabbar Jamack 1 Howen Jayawi 3 Jeremi Chris Sandra Brahmana 1 Jesika Gultom 3 Jihan Afrah 4 Karina Hanna Afriaty 4 Katerina Cheryl Dwi Anugrah 2 Khairunnisa 2 Konsumerisme 1 Lidya Sutanto 3 Maeka Naoma Tobing 2 Megan Lisandra Elmira 2 Meli Deliana Kamila 1 Mira Miareta Putri 1 Misrul Azizah 2 Muhammad Adriansyah Lubis 2 Muhammad Fikri Razak 4 Muhammad Hamli Rizki 4 Muhammad Ricky Al Fazril 2 Muhammad Ryan Alfarizi Nawar 3 Muhammad Taufan Mulia Harahap 4 Mukhlis Lahuddin Harahap 3 Nur Rahmi Aqilia 2 Nurkhaliza Lubis 4 Prayer Nugraha M Sitorus 2 Puan Nadiya Maghfirah 2 Rafika Rizki Nurhadi 1 Raja Salsabila Pasha 2 Restika Juliana Silalahi 3 Review 10 Risya Nur Hasanah Saragih 1 Rizka Farha Aulia 3 Rohid Zulfikar Ashari 3 Sania Febrita Br Sembiring 3 Shalli Aggia Putri 2 Shilva Devira 1 Suci Syahfitri Ani 3 Syafira Pohan 3 Tentang Kami 66 Timotius Dwiki Meglona Hutabarat 4 Tsani Afifah 4 tutorial 1 Valencia Christiani Zebua 4 Vany Ayudisty 1 Widya Tri Utami 1