Dampak
dari Indonesia Berkabu(t)ng
Halo
semuanya, nama saya Arief Ramadhan Djiwandana. Seorang mahasiswa jurusan Ilmu
Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara.
Disini saya akan membahas tentang bencana yang sedang menimpa negeri kita
tercinta yaitu tebal nya kabut asap yang melanda penjuru nusantara yang
diakibatkan oleh kebakaran hutan, atau lebih tepatnya “pembakaran“ hutan. Titik
panas api (Hotspot) yang menjadi sumber bencana asap ini sendiri membentang
mulai dari Riau, Jambi, serta beberapa wilayah di Kalimantan dan Sulawesi.
Adapun aktivitas pembebasan lahan dengan
membakar hutan ini adalah upaya yang tak lain bertujuan untuk menambah
keuntungan dan pundi-pundi uang bagi segelintir kalangan, sedangkan dampak buruknya
sangat dirasakan oleh semua kalangan yang tak hannya berada di Indonesia bahkan
hingga ke negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam,
hingga Thailand.
Seperti
yang kita tahu dan rasakan belakangan ini Indonesia ditutupi oleh asap yang
dikarenakan oleh terbakarnya hutan dan lahan. Sebelum kita membahas
lebih jauh tentang kebakaran hutan beserta dampaknya, ada yang perlu diketahui
bahwasannya ada sedikit
perbedaan istilah antara pembakaran hutan dan kebakaran hutan. Dimana pembakaran
hutan identik dengan kejadian yang berasal dari kendali aktivitas pada
lokasi tertentu, yang berguna untuk pembukaan lahan, mengendalikan hama, hingga
meremajakan hutan. Sedangkan kebakaran hutan lebih dititikberatkan pada peristiwa
yang terjadi bukan karna niat dan ulah tangan manusia, melainkan terjadi secara
tidak disengaja atau juga terjadi secara alami. Namun pada implementasinya,
proses pembakaran hutan justru bisa menjadi tidak terkendali dan memicu
kebakaran hutan. Kasus kebakaran hutan dewasa ini contohnya, dimana kebakaran
hutan dipicu oleh aktivitas pembakaran hutan.
Adapun
dampak-dampak yang dirasakan dari kebakaran hutan ini bisa berupa dampak
negative maupun positif. Dampak negatifnya meliputi dampak langsung, dampak
ekologis, dampak ekonomi, hingga dampak kesehatan
Untuk
dampak negatif yang bisa dirasakan langsung antara lain jatuhnya korban luka
dan jiwa, kerusakan infrastruktur, untuk dampak ekologisnya kebakaran hutan
bisa menjadi bencana yang amat besar bagi beraneka ragam hayati. Belum lagi
jumlah rusak dan hilangnya tumbuhan yang mana bisa mengakibatkan terganggunya
ekosistem yang sedang berlangsung. baik segi keanekaragaman hayati maupun
hewani. Dari segi ekonomi hilangnya hutan bisa menimbulkan kerugian yang tidak
sedikit sebab hilangnya keuntungan karena deforestasi dan keanekaragaman
hayati. Belum lagi dampak KARHUTLA yang dirasakan langsung oleh penduduk yang
berada di lingkungan yang terbakar dan tercemar tersebut hingga berdampak pada
mata pencaharian penduduk tersebut. Adapaun dampak kebakaran hutan dan lahan
dari segi kesehatan sangat jelas bahwa asap bisa menjadi berbahaya bagi manusia
apabila asap yang membawa gas-gas seperti Sulfur Dioksida (SO2),
Karbon Monoksida (CO), Benzen, Nitrogen Oksida, serta Ozon (O3) bisa
berdampak buruk bagi manusia terutama bayi, manula, hingga pengidap penyakit
pernapasan.
Tetapi
tidak dapat dipungkiri juga bahwa KARHUTLA juga memiliki dampak positif bagi
keberlangsungan manusia. Diantaranya yaitu menyuburkan tanah, meremajakan
tanaman, memusnahkan hama, hingga pembersihan lahan. Kesuburan tanah bisa
diperoleh dari kebakaran hutan karena abu yang keluar dari sisa pembakaran bisa
menjadi mineral penting bagi tanah hutan sehingga tanah hutan menjadi kaya akan
kandungan mineral. Selain itu juga KARHUTLA bisa berdampak baik bagi tumbuhan
sebagai alat peremajaan tanaman. Pada umumnya setelah hutan habis dibakar akan
muncul tunas-tunas baru yang bisa berkembang dengan efektif dan pesat. Dampak
baik lainnya yaitu pengurangan hama. Hal ini terjadi setelah adanya tanah di
hutan yang terbakar sehingga juga membakar hama-hama yang selama ini
menghalangi aktivitas pada dunia kehutanan/pertanian. Dan dampak baik yang bisa
diperoleh yaitu efesiensi yang didapat dari pembersihan dan pembebasan lahan
yang mana sering digunakan sebagai salah satu cara atau metoda untuk
membebaskan dan membersihkan lahan untuk perkebunan dan pertanian, hingga biaya
pembebasan yang cenderung murah, minim tenaga kerja, dan tidak memerlukan alat
berat dan canggih.
Namun,
semua keuntungan positif yang ada disebutkan diatas tersebut hanya bisa
dirasakan dengan catatan pembakaran hutan yang terjadi harus dalam lingkup yang
lebih kecil. Terlepas dari hal-hal baik yang bisa kita dapatkan dari pembakaran
hutan tersebut, kita harus pahami bahwa KARHUTLA adalah persoalan yang harus
segera kita selesaikan agar kemudian tidak terdapat korban yang berjatuhan. Dan
KARHUTLA ini juga merupakan tanggung jawab dan PR besar bagi pemerintahan saat
ini. Sebab, sebelum korban-korban lain berjatuhan, kita harus segera
menyelesaikan kasus ini, bagaimanapun juga selama kasus nya berdampak
bagi hajat hidup orang banyak, kita harus bisa berada di garda terdepan sebagai
mahasiswa untuk mengutip, menerima, dan menyampaikan aspirasi orang-orang di
lingkungan sekitar.
Pembersihan
Lahan
Memusnahkan
Hama
Pembersihan
Lahan
Membakar hutan juga sering
digunakan sebagai salah satu metode pembersihan lahan untuk perkebunan dan
pertanian. Biaya pembersihan lahan yang sangat murah, minim tenaga kerja dan
tidak perlu peralatan canggih.
Memusnahkan
Hama
Kebakaran hutan memusnahkan
semua biomas yang ada di atas tanah, bahkan sampai ke kedalaman tertentu. Hama
dan penyakit tanaman yang ada pun sudah barang tentu ikut musnah. 7
Terlepas dari dampak positif seperti yang disebutkan di atas, sisi negatifnya tetap tak bisa dielakkan, hal ini sama sekali tidak bisa dianggap sepele karena dampak negatif dari asap lahan yang dibakar ini sudah menyangkut keselamatan jiwa masyarakat sekitar, rasanya dampak positif yang ada tidak sepadan jika harus mengorbankan keselamatan jiwa banyak orang.
Posting Komentar
Posting Komentar