Operasi
Plastik demi Kecantikan(?)
Operasi
plastik atau bedah plastik merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang
dipelajari dengan tujuan memperbaiki bentuk bagian tubuh atau wajah manusia
melalui operasi kedokteran. Tindakan bedah plastik ini bertujuan untuk
perbaikan cacat dan kekurangan fungsional pada fisik pasien yang disebabkan
oleh penyakit, cedera, penyakit bawaan, dan pembedahan yang pernah dijalani
sebelumnya.
Pada
awalnya di Indonesia sendiri, bedah plastik memiliki citra buruk di kalangan
masyarakat, salah satu yang mempengaruhinya adalah ajaran agama dimana
mayoritas masyarakat Indonesia yang menganut agama Islam yang dalam ajarannya
menentang “merubah” ketetapan Tuhan, dalam hal ini merubah bentuk fisik melalui
jalur bedah plastik.
Ketika
operasi plastik yang dilakukan hanya sebatas memperbaiki kekurangan fungsional
pada fisik seseorang, hal ini terasa lazim dan dapat diterima masyarakat.
Kemudian operasi plastik mana yang memiliki citra buruk di mata masyarakat?
Ternyata ilmu bedah plastik sendiri memiliki cabang yakni bedah kecantikan,
yang seperti namanya, dilakukan untuk merubah sesuatu pada tubuh atau wajah
pasien walaupun tidak ada kecacatan demi kecantikan.
Walaupun
beresiko, minat untuk menempuh jalan operasi kecantikan demi estetika ini tetap
menjadi pilihan bagi beberapa orang. Ada orang yang telah berpuluh kali
melakukan operasi kecantikan dan masih saja datang menemui dokternya untuk
membuat jadwal operasi lagi. Disini saya merasa salah satu penyebab orang
melakukan bedah kecantikan adalah insecure, atau perasaan tidak aman akan
dirinya sendiri karena keraguan terhadap lingkungan sekitar.
Semakin
kesini, citra buruk terhadap tindakan bedah kecantikan mulai memudar,
orang-orang mulai menganggapnya sebagai hal yang lazim dilakukan, dan pengguna
jasa dokter bedah kecantikan tidak lagi berusaha menutupi kebenaran soal
tindakan bedah kecantikan yang ditempuhnya.
Menurut
saya, melakukan bedah kecantikan atas kemauan diri sendiri adalah hak setiap
orang, tapi saya sendiri bukan termasuk yang akan memilih bedah kecantikan
sebagai jalan untuk mempercantik diri karena resiko, biaya dan larangan agama
yang saya anut.
Untuk
orang-orang yang memilih melakukan bedah kecantikan, ada baiknya mempertimbangkan
keputusan yang akan diambil bersifat permanen dan tidak dapat dikembalikan
seperti semula. Memikirkan dengan matang hal-hal yang mungkin terjadi sebelum,
saat dan setelah prosedur bedah kecantikan dilakukan. Melakukan konsultasi ke
dokter terpercaya sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam
tindakan bedah kecantikan.
Posting Komentar
Posting Komentar