Ilmu Komunikasi A USU 2018

Blog ini dibuat bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah keterampilan berkomunikasi 2.

Pemuda: "Saatnya Bergerak!"


Membicarakan soal pemuda, kita perlu mengerti apa itu pengertian pemuda. Pemuda diartikan sebagai Warga Negara Indonesia dengan usia 16 hingga 30 tahun (Undang-Undang No.40 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2011). Lalu, apa hubungannya pemuda dan politik serta bagaimana dalam menjalankan perannya?

Yang muda harus semangat, yang tua beristirahat – Begitu bunyi salah satu kutipan di tagar opini pada laman IDNTimes.com. Jika dibedah menyoal maknanya, sepertinya pembahasan ini tidak akan mengenal kata akhir, alias berkepanjangan dengan sedikit bumbu-bumbu perdebatan. Namun, satu makna yang saya dapat secara tersirat disampaikan dalam kutipan tersebut, yaitu tidak selamanya golongan tua yang akan memegang kendali atas sistem perpolitikan di Indonesia, karena ada masanya pemuda akan mengambil alih itu. Mau tidak mau, suka tidak suka, cepat atau lambat, tongkat estafet kepemimpinan akan jatuh ke tangan pemudanya. Saat itulah, pemuda berusaha menjaga dan memperbaiki. Maka dari itu, diperlukan sikap kritis pemuda terhadap pemerintahan yang ada sekarang. Karena ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk berperan aktif dalam dunia perpolitikan sebagai pemuda.

Dalam hal ini, pemuda yang peduli adalah pemuda yang mau berpartisipasi sekecil apapun, contohnya mengawal dan mengawasi bagaimana berjalannya sistem perpolitikan di Indonesia. Pemuda adalah bagian penting dalam demokrasi. Partisipasi pemuda tidak soal melulu ikut mencalonkan dalam pemilu. Masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk membangun negeri tercinta. 

Seperti yang sedang hangat akhir-akhir ini, mahasiswa sebagai salah satu bagian dalam pengertian pemuda dari berbagai daerah turun ke jalan menyuarakan keresahan masyarakat atas Rancangan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang ingin disahkan pemerintah. Bagaimana mahasiswa meneliti, membedah, dan berdiskusi mengenai isi dari rancangan undang-undang tersebut membuat saya kagum, jujur. Mengetahui ada yang tidak benar dalam rancangan tersebut, mahasiswa mengajukan protes di depan gedung DPR pusat ataupun daerah. Oh, negara sedang diperkosa, begitu kalimat yang sempat ramai diperbincangkan pada platform Twitter. 

Pun, cara meneriakkan aspirasi tidak hanya melulu soal turun ke jalan dan melakukan demonstrasi. Banyak hal lainnya yang bisa dilakukan, seperti mengkritik melalu media sosial, mengisi petisi, menggelar panggung budaya, dan banyak hal lain yang dapat dilakukan. Pemuda Indonesia yang dulunya hanya dianggap sebagai kaum anarkis sekarang mulai dipandang sebagai kaum intelektual yang bersikap kritis.

"Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat, elang rajawali!" Tidakkah kalimat yang keluar dari mulut Soekarno tersebut membakar semangatmu, pemuda negeri?

Sebagai pemuda dan warga negara yang baik janganlah bersikap apatis, kawal terus jalannya perpolitikan Indonesia. Kebiasaan apatis seharusnya sudah dibuang jauh-jauh. Peran aktif pemuda sangat diperlukan, ketika pemerintahan dirasa sudah melenceng. Siapa lagi yang akan aktif menyuarakan suaranya jika bukan pemuda? Yang berteriak lantang tentang kesalahan apa yang dibuat pemerintah, yang membela hak-hak rakyat. Dan bertambah baik apabila selain berkoar-koar, disertai dengan solusi yang membangun. Bukankah harusnya begitu? Menjadi pemuda yang aktif bukanlah hal buruk. Namun kabar baiknya kebiasaan apatisme ini sudah mulai terkikis sedikit demi sedikit akibat gerahnya pemuda dengan kondisi bangsa ini.

Maka saya akhiri tulisan ini dengan motto paling epik berikut: "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."

Related Posts

Posting Komentar

Writers

Aisha Tania Sinantan Sikoko 4 Alfi Bardan 3 Alya Elmi Niyana 3 Annisa 3 Anthony Dhasdo Siallagan 1 Aprilia 3 Arief Ramadhan Djiwandana 3 Chalista Putri Nadila 4 Christoper Aprilio Herdimas Siregar 3 Cici Handayani Br.Ginting 4 Cut Yasmine Amalia Nurazzahra 4 Dai Ridho Ritonga 2 Debora Ginting 3 Debra Nila Mesita Yohana 4 Devita Sandra Milenia 3 Dinda Rahma Puspita Daulay 2 Dira Zulfi Chairunnisa 1 Diva Annisa Siregar 2 Erizki Maulida Lubis 4 Esai 40 Essay 1 Evi Septianti Br Perangin-Angin 4 Fatima Apriani Harahap 4 Fauzi Akbar 3 Feature 7 Fitri Fajriah Harapan 2 Galih Muhammad Soaloon Lubis 2 Game 1 Grace Immanuella Pascauli Hasugian 4 Gress Miya Tobina Tarigan 3 Habil Jabbar Jamack 1 Howen Jayawi 3 Jeremi Chris Sandra Brahmana 1 Jesika Gultom 3 Jihan Afrah 4 Karina Hanna Afriaty 4 Katerina Cheryl Dwi Anugrah 2 Khairunnisa 2 Konsumerisme 1 Lidya Sutanto 3 Maeka Naoma Tobing 2 Megan Lisandra Elmira 2 Meli Deliana Kamila 1 Mira Miareta Putri 1 Misrul Azizah 2 Muhammad Adriansyah Lubis 2 Muhammad Fikri Razak 4 Muhammad Hamli Rizki 4 Muhammad Ricky Al Fazril 2 Muhammad Ryan Alfarizi Nawar 3 Muhammad Taufan Mulia Harahap 4 Mukhlis Lahuddin Harahap 3 Nur Rahmi Aqilia 2 Nurkhaliza Lubis 4 Prayer Nugraha M Sitorus 2 Puan Nadiya Maghfirah 2 Rafika Rizki Nurhadi 1 Raja Salsabila Pasha 2 Restika Juliana Silalahi 3 Review 10 Risya Nur Hasanah Saragih 1 Rizka Farha Aulia 3 Rohid Zulfikar Ashari 3 Sania Febrita Br Sembiring 3 Shalli Aggia Putri 2 Shilva Devira 1 Suci Syahfitri Ani 3 Syafira Pohan 3 Tentang Kami 66 Timotius Dwiki Meglona Hutabarat 4 Tsani Afifah 4 tutorial 1 Valencia Christiani Zebua 4 Vany Ayudisty 1 Widya Tri Utami 1