Ilmu Komunikasi A USU 2018

Blog ini dibuat bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah keterampilan berkomunikasi 2.

Operasi Plastik VS Inner Beauty

Operasi Plastik VS Inner Beauty

Kalimat “cantik itu relatif” dapat merubah pemikiran dan cara pandang orang mengenai definisi cantik. Beberapa orang,terutama perempuan, sangat berhati-hati dalam menjaga dan merawat penampilan mereka. Mereka berpikir bahwa kecantikan adalah permasalahan penting dan sensitif untuk benar-benar diperhatikan. Banyak cara yang mereka lakukan untuk mempercantik diri. Oleh sebab itu pengetahuan akan kecantikan yang merupakan bentukan wacana membuat perempuan mengiyakan penindasan. Salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang signifikan adalah dengan melakukan operasi plastik.
Perempuan seharusnya meningkatkan inner beauty yang mereka miliki karena cantik di dalam lebih baik daripada cantik di luar. Mereka harus menyadari bahwa otak dan hati lah yang seharusnya dipercantik  terlebih dahulu. Masalah wajah sebaiknya diperhatikan setelah benar-benar memperluas wawasan dan menjaga hati. Jika hanya mempercantik paras wajah tetapi tidak memiliki hati yang baik dan wawasan yang luas, maka perempuan tidak bisa dikatakan cantik. Perempuan yang memiliki kecantikan sesungguhnya adalah perempuan yang mampu mengimbangi ketiga aspek tersebut. 
Perempuan yang merawat fisik tanpa mengubah apa yang telah diberikan oleh Tuhan, memiliki hati yang baik dan mampu berpikiran luas adalah kecantikan sejati yang harus dimiliki oleh perempuan. Meskipun terkadang banyak sekali orang yang melihat penampilan fisik orang lain untuk menilai seseorang, tetapi akan sangat tidak baik jika menilai buku hanya dari sampulnya karena penampilan fisik adalah pemberian Tuhan yang harus disyukuri dan dijaga. Salah satu contoh perempuan yang memiliki kecantikan luar dan dalam adalah Puteri Indonesia. 
Ia tidak hanya berwajah cantik tetapi juga berhati baik dan berwawasan luas. Memiliki inner beauty yang berarti berhati baik dan wawasan yang luas lebih dapat diterima di masyarakat. Namun pada zaman sekarang ini para wanita banyak yang lebih mementingkan kecantikannya secara fisik daripada hatinya. Karena mereka merasa dari lahir sudah diciptakan tidak cantik oleh sebab itu mereka rela melakukan operasi plastik demi mendapatkan wajah cantik tersebut.
Politisasi tubuh ini membuat tubuh perempuan bukanlah miliknya semata, melainkan secara dominatif merupakan milik masyarakat yang dikonstruksi demi kepentingan pihak tertentu. Dominasi ini membuat perempuan “tidak” berhak penuh atas tubuhnya, dan tidak bebas mendefinisikan serta menampilkan kediriannya yang otentik. Tubuh perempuan “didisiplinkan” dengan suatu citra tertentu sehingga sadar tidak sadar, mau tidak mau, tubuh perempuan direkayasa bagi kepentingan kapitalis. Rekayasa tersebutlah yang dinamakan dengan operasi plastik
Dalam fenomena “oplas” juga nampak bahwa perempuan menjadi pangsa pasar yang potensial dan konsumen yang mudah dimanipulasi demi pencapaian sebuah keuntungan ekonomis. Tentunya setelah melakukan operasi plastik, perempuan harus membeli obat-obatan juga aneka kosmetik untuk mempertahankan “kesempurnaan” wajahnya. Perempuan dijebak dalam lingkaran setan konsumerisme. Perempuan teropresi dan menjadi makluk yang konsumtif. Perempuan menjadi kehilangan otonominya karena sangat bergantung pada “produk” tertentu.
Selain itu, melakukan operasi plastik juga dapat menghabiskan banyak uang. Menurut klinik kecantikan, harga yang paling murah di Indonesia adalah 8 juta rupiah dan yang paling mahal adalah 65 juta rupiah tergantung bagian mana yang akah dioperasi. Sebelum memutuskan untuk melakukan operasi plastik, perempuan harus mempertimbangkan penggunaan uang terlebih dahulu. Mereka akan menghabiskan banyak uang hanya untuk mengubah ciptaan Tuhan. Uang yang digunakan untuk melakukan operasi plastik dapat digunakan untuk hal lain yang lebih penting dan bermanfaat. 
Mereka sebaiknya menggunakan uang dengan baik dan bijak karena persaingan di bidang ekonomi semakin melonjak seiring berkembangnya jaman. Ketika perempuan lainnya menghabiskan uang  hanya untuk mempercantik diri dengan melakukan operasi plastik, jadilah perempuan yang dapat menggunakan uang untuk kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting dan bermanfaat. Semakin dewasa perempuan akan semakin mengerti bahwa mencari uang tidak semudah menghamburkan uang. Maka dari itu, sebelum melakukan operasi plastik sebaiknya perempuan dapat mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan  yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Perempuan tertarik dengan operasi plastik karena melihat pengguna-pengguna lain mendapatkan hasil yang sempurna dan menarik. Pengguna operasi plastik memang memiliki wajah yang lebih cantik dari sebelumnya. Mereka hanya memikirkan hasil yang mereka dapatkan daripada efek jangka panjang yang akan mereka alami. Ada banyak resiko yang akan mereka hadapi nantinya. Sebelum berhasil mendapatkan hasil yang maksimal tersebut, mereka rela merasakan sakit yang dialami. Sakit yang mereka rasakan yaitu karena wajah mereka harus dijahit setelah operasi. 
Melihat wajah penuh jahitan sangat mengerikan, bukan? Pada beberapa permasalahan, “no pain no gain” yang berarti tidak ada pencapaian jika tidak merasakan sakit terlebih dahulu memang dapat diterima sebagai bentuk motivasi pada beberapa orang. Namun, menyakiti diri sendiri demi sesuatu yang tidak pasti hasilnya sebaiknya tidak dilakukan apalagi menyakiti fisik. Dokter operasi plastik sendiri terkadang tidak bisa menjamin apakah pasiennya akan berhasil mendapatkan hasil yang diharapkan atau tidak. Karena terkadang dalam beberapa kasus operasi plastik ada yang gagal dalam operasi.
Berdasarkan alasan diatas, perempuan sebaiknya tidak melakukan operasi plastik. Perempuan cantik tidak dapat diukur dari seberapa sering ia melakukan perawatan fisik dan seberapa banyak uang yang ia keluarkan untuk merawat wajah. Meskipun merawat wajah perlu dilakukan, tetapi akan lebih baik jika perempuan memperbaiki hati dan memperluas wawasan. Selain itu, perempuan harus bisa mengatur pengeluaran uang untuk memenuhi kebutuhan karena mendapatkan uang tidak semudah menghabiskannya. Resiko jangka panjang yang akan dialami oleh pasien juga menjadi hambatan untuk tidak melakukan operasi plastik. Oleh sebab itu hendaklah kita mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita.

Related Posts

Posting Komentar

Writers

Aisha Tania Sinantan Sikoko 4 Alfi Bardan 3 Alya Elmi Niyana 3 Annisa 3 Anthony Dhasdo Siallagan 1 Aprilia 3 Arief Ramadhan Djiwandana 3 Chalista Putri Nadila 4 Christoper Aprilio Herdimas Siregar 3 Cici Handayani Br.Ginting 4 Cut Yasmine Amalia Nurazzahra 4 Dai Ridho Ritonga 2 Debora Ginting 3 Debra Nila Mesita Yohana 4 Devita Sandra Milenia 3 Dinda Rahma Puspita Daulay 2 Dira Zulfi Chairunnisa 1 Diva Annisa Siregar 2 Erizki Maulida Lubis 4 Esai 40 Essay 1 Evi Septianti Br Perangin-Angin 4 Fatima Apriani Harahap 4 Fauzi Akbar 3 Feature 7 Fitri Fajriah Harapan 2 Galih Muhammad Soaloon Lubis 2 Game 1 Grace Immanuella Pascauli Hasugian 4 Gress Miya Tobina Tarigan 3 Habil Jabbar Jamack 1 Howen Jayawi 3 Jeremi Chris Sandra Brahmana 1 Jesika Gultom 3 Jihan Afrah 4 Karina Hanna Afriaty 4 Katerina Cheryl Dwi Anugrah 2 Khairunnisa 2 Konsumerisme 1 Lidya Sutanto 3 Maeka Naoma Tobing 2 Megan Lisandra Elmira 2 Meli Deliana Kamila 1 Mira Miareta Putri 1 Misrul Azizah 2 Muhammad Adriansyah Lubis 2 Muhammad Fikri Razak 4 Muhammad Hamli Rizki 4 Muhammad Ricky Al Fazril 2 Muhammad Ryan Alfarizi Nawar 3 Muhammad Taufan Mulia Harahap 4 Mukhlis Lahuddin Harahap 3 Nur Rahmi Aqilia 2 Nurkhaliza Lubis 4 Prayer Nugraha M Sitorus 2 Puan Nadiya Maghfirah 2 Rafika Rizki Nurhadi 1 Raja Salsabila Pasha 2 Restika Juliana Silalahi 3 Review 10 Risya Nur Hasanah Saragih 1 Rizka Farha Aulia 3 Rohid Zulfikar Ashari 3 Sania Febrita Br Sembiring 3 Shalli Aggia Putri 2 Shilva Devira 1 Suci Syahfitri Ani 3 Syafira Pohan 3 Tentang Kami 66 Timotius Dwiki Meglona Hutabarat 4 Tsani Afifah 4 tutorial 1 Valencia Christiani Zebua 4 Vany Ayudisty 1 Widya Tri Utami 1