Nama saya Arief, seseorang yang memiliki nama lengkap Arief Ramadhan Djiwandana ini kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatra Utara. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Bapak saya berdarah jawa sedangkan ibu saya bersuku batak dan bermarga Rambe. Saya adalah anak dari seorang wirausahawan dan ibu rumah tangga. Saya cinta keluarga saya, meskipun kerap kali berdebat kecil antar anggota keluarga, saya tau bahwa itu merupakan cara anggota keluarga meluapkan rasa kasih sayangnya.
Saya adalah seorang yang sedikit pemalu, pendiam, dan introvert, tetapi orang-orang yang kenal saya dekat pasti tau, yakin, dan percaya bahwa saya adalah seorang penyayang. Dari kecil saya suka berbagai bidang olahraga seperti berenang, bermain bola, bermain badminton, basket, dsb. Tetapi saya tidak diizinkan oleh orang tua saya untyk mengikuti berbagai bentuk les, ekstrakurikuler, hingga klub olahraga dengan alasan mereka takut saya 'kenapa-kenapa'.. mama saya sering berkata "udahlah.. gak usah ikut ikut kali.. Arip "Lepoh" " padahal saya yakin bahwa saya adalah anak yang bertalenta.
Saya adalah seorang yang sedikit pemalu, pendiam, dan introvert, tetapi orang-orang yang kenal saya dekat pasti tau, yakin, dan percaya bahwa saya adalah seorang penyayang. Dari kecil saya suka berbagai bidang olahraga seperti berenang, bermain bola, bermain badminton, basket, dsb. Tetapi saya tidak diizinkan oleh orang tua saya untyk mengikuti berbagai bentuk les, ekstrakurikuler, hingga klub olahraga dengan alasan mereka takut saya 'kenapa-kenapa'.. mama saya sering berkata "udahlah.. gak usah ikut ikut kali.. Arip "Lepoh" " padahal saya yakin bahwa saya adalah anak yang bertalenta.
Selain memiliki hobi beberapa cabang olahraga yang saya sebutkan tadi, saya juga memiliki kegemaran lain seperti bermain rubik, fotografi, videografi, dan editing. Setiap saya melakukan hobi-hobi saya tersebut saya selalu percaya bahwa tuhan pasti tidak akan menciptakan seseorang beserta kemampuannya secara sia-sia. Terbukti bahwa saya pernah memenangkan beberapa lomba terutama dalam bidang editing, videografi dan fotografi. Diantaranya, saya pernah mendapat juara 1 lomba poster antar sekolah, juara 1 film pendek se-kabupaten Tapanuli Tengah, juara 3 film pendek pada lomba FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat provinsi, dan yang terakhir dan juga merupakan pencapaian saya yang tertinggi hingga saat ini yaitu mendapat juara 3 Tingkat nasional bidang film pendek dokumenter sejarah yang diselenggarakan oleh direktorat sejarah, kementerian pendidikan dan kebudayaan dengan nama lomba LKAS 2017 (Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah). Perasaan haru dan bangga benar-benar tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata ketika mendapat juara pada lomba itu. Bagaimana seluruh audiens tertuju pada tim dari pelosok sumatra bisa meraih juara yang bergengsi, bagaimana perjuangan 6 bulan tidak masuk kelas karena melakukan riset untuk film, 'shooting' hingga 'editing' demi sebuah film berdurasa 20 menit yang super sederhana, dan bagaimana saya bisa langsung menerima hadiah dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pak Muhadjir Effendi, benar-benar kesemuanya merupakan hal yang tidak bisa saya lupakan. Terakhir, berdasarkan cerita saya diatas saya percaya satu hal, bahwa siapapun bisa jadi apapun, semua tergantung pada diri kita, sebab pencapaian bisa dengan mudah didapatkan ketika tekad, usaha, dan doa usaha telah terpaku kuat diatas telapak tangan.
Posting Komentar
Posting Komentar