Namaku Evi Septianti Br
Perangin-Angin, gadis yang lahir di Kota Batam pada 20 tahun silam,tepatnya 22 September 1999. Aku
terlahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, aku memiliki seorang kakak
perempuan dan seorang adik perempuan sehingga membuat aku tidak pernah kesepian
karena mereka juga menjadi teman bermain bagiku, ya walaupun realitanya kami
lebih banyak berkelahinya dari pada kompaknya tapi aku rasa itu hal yang biasa
terjadi dalam sebuah keluarga.
Sedikit fakta tentang diriku yaitu aku punya
telapak tangan yang setiap saat pasti berair atau cenderung basah baik saat
sedang gugup maupun tidak gugup sehingga membuat benda apapun yang aku pegang
pasti akan ikut basah dan membuat aku terkadang merasa sedikit risih, telapak
tangan yang selalu basah memang sudah aku alami sejak lahir sehingga membuatku
sudah merasa biasa saja selagi tidak mengganggu fungsi tangan itu sendiri.
Selanjutnya aku ingin bercerita sedikit tentang dunia perkuliahanku, dimana saat ini
aku tengah menempuh pendidikan strata 1 di Universitas Sumatera Utara, program
studi Ilmu Komunikasi. Keputusanku untuk melanjutkan pendidikan mengharuskanku
untuk hidup sebagai perantau yang harus tinggal jauh dari keluarga. Menjadi
seorang perantau membuatku harus bisa hidup mandiri serta harus pandai mengatur
diri. Hidup merantau memang secara tidak langsung menjadikan hidup yang
dijalani akan semakin bebas, namun aku pribadi tetap berusaha untuk tidak
terlena dengan kebebasan yang aku dapatkan, kebebasan itu akan aku jadikan
sebagai “guru” yang mana pengontrolnya adalah diriku sendiri karena aku percaya
jika sejak di masa perkuliahan aku sudah dapat mengontrol diriku maka nantinya
saat terjun di dunia kerja mentalku bisa
lebih siap dan tidak lagi “kaget”menghadapi kerasnya dunia kerja nantinya.
Sebagai seorang perantau aku tentunya memiliki harapan besar supaya kelak bisa
membanggakan orangtua dan keluarga besarku sehingga perjuanganku dan orangtuaku
tidak sia-sia. Sampai saat ini aku masih menikmati menjalani hidup sebagai
seorang mahasiswa perantau, namun ada satu hal yang paling aku tidak sukai hidup
sebagai perantau yaitu aku tidak bisa menikmati masakan rumahan yang dimasak
ibuku, namun aku tetap senang karena saat pulang ke rumah aku akan makan
semakin lahap karena kangen masakan rumah. Saat ini aku juga masih sangat
menikmati kegiatanku sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi dan aku berharap semoga
dapat melewati segala tantangan dan hambatan dalam masa perkuliahanku
kedepannya sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal dan bisa mengaplikasikan
ilmu yang didapat nantinya. Aku rasa untuk saat ini hanya ini yang bisa aku
tulis tentang cerita singkat diriku namun aku berharap dimasa depan akan lebih
banyak lagi cerita hidup yang bertabur prestasi dan pengalaman yang dapat kuceritakan
dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sekian…..
Posting Komentar
Posting Komentar