Halo nama saya Risya tapi saya biasa dipanggil caca. Saya adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Saya adalah seorang anak yang pernah kehilangan seseorang yang sangat saya sayangi yaitu ayah saya. Bisa dibilang saya sangat dekat sekali dengan ayah saya daripada mama saya, mungkin karena saya adalah anak perempuan jadi saya merasa sangat dimanjakan oleh beliau.
Sampai sekarang saya masih mengingat rasa sakitnya ditinggalkan oleh beliau. Itu dikarenakan kepergian beliau yang sangat mendadak sekali sampai rasanya saya merasa itu semua seperti mimpi hingga sekarang dan masih berharap itu tidak nyata tapi saya sadar bahwa keinginan saya itu sangat menentang ketentuan Tuhan.
Jika melihat ke belakang betapa menyedihkan hidup saya dikarenakan hilangnya matahari saya. Saya selalu merasa tersesat dalam melakukan hal apapun. Saya sempat menyalahkan Tuhan ketika hal itu terjadi tetapi ketika itu saya hanyalah seorang anak muda belasan tahun yang sedang kehilangan seseorang yang sangat berarti. Hari demi hari saya sadar bahwa saya hanya manusia yang tidak menerima keadaan dengan membuat alasan yang hanya membenarkan pikiran saya yang sedang kalut.
Bisa dibilang saya sangat beruntung mempunyai keluarga yang bisa membuat saya sadar bahwa seberapa banyak masalah dan kesakitan yang menimpa saya itu bisa menyadarkan saya bahwa sudahkah saya berbalik kepada Tuhan untuk bercerita berdoa dan memohon kepadanya? Akhirnya saya sadar bahwa segala hal yang terjadi kepada saya bukan berarti membuat saya menjadi makhluk paling hina tetapi menjadikan saya makhluk paling kuat.
Saya percaya bahwa semua hal yang diambil tuhan dari kita akan dikembalikan ke kita dengan lebih baik lagi. Saya dan kamu tidak sendiri jika merasa sepi. Selalu ada tuhan yang menemani. Semoga saya dan kamu bisa lebih bersyukur setelah mendengarkan cerita ini. Terima kasih.
Posting Komentar
Posting Komentar