Nama ku Sania Febrita, orang-orang sering
memanggilku dengan sapaan “San”. Aku anak pertama dari tiga bersaudara, tapi
mengatur dan memimpin adik- adikku bukan suatu keahlianku. Aku lebih sering diperintah
bahkan lebih sering diajarin oleh adik-adikku. Kebiasaanku berganti ganti
sesuai dengan mood dan sikon di sekeliling. Terkadang aku biasa rebahan
berjam-jam namun terkadang tidak. Ya itulah kebiasaanku, gak menarik bukan?
Berbicara tentang hobby, aku adalah seorang
yang suka mendengarkan musik, tepatnya lagu galau, dalam situasi apapun. Mungkin
sebagian orang merasa “alay” ataupun “lebay”. But do you know guys setiap lirik
yang terdapat di dalam lagu galau menyimpan pesan yang amat dalam dan aku
menikmatinya. Bahkan aku bisa menangis, segitu rapunya kah aku?
Dari dulu, kebiasaanku adalah mudah
menangis. Bahkan seingat ku, aku pernah menangis 3 kali dalam sehari. Iya ,
seperti minum obat. Terkadang aku menangis dari alasan yang masuk akal sampai
yang sama sekali tidak masuk akal. Contohnya, aku bisa menangis hanya melihat
ayam kehujanan. Mungkin sebagian orang yang melihat akan sedih dan setelah itu
tidak memikirkannya kembali. Tetapi aku berbeda. Pertama, aku akan menangis dan
itu bener-bener keluar air mata. Can you imagine that? Bukan hanya itu, aku
akan kepikiran seharian.
Pernah suatu waktu, Ibuku menonton acara
dangdut di Indosiar. Lalu salah satu artis menyanyikan lagu “Muara Kasih Ibu”. Aku
yang tadinya tidak berada diruang tv, mendengar samar-samar lagu tersebut. Dan beranjak
menuju ruang tv utnuk ikut menonton. Ketika duduk di depan tv , Air mataku
tiba-tiba langsung keluar. Dengan nada sedikit terisak-isak, orang tua ku pun
bingung. Aku tahu itu berlebihan. Namun itulah aku, aku sudah beberapa kali
menahan tetap saja tidak bisa.
Aku juga seorang yang tidak bisa sama sekali
dibentak, apalagi dibentak oleh seseorang yang dekat denganku. Baik itu
keluargaku ataupun teman-teman dekatku. Entah apa yang membuat aku kedengaran
lemah untuk sekian kalinya. Tapi, aku ini jago dalam hal memaafkan. Tingkat
marahku pada seseorang palingan hanya hitungan jam. Dan aku bukan seorang
pendendam loh.
Akhir dari cerita ini aku tutup dengan pesan
, siapapun kamu diluar sana yang akan membaca tulisan ini. Hei kamu spesial
dari lahir, hidupmu terlalu hebat untuk kau sia-siakan. Apalagi masa mudamu
adalah pencapaianmu. Jangan sia-siakan waktumu. Dan tidak hanya itu, jangan
terlalu sering membandingkan dirimu dengan orang lain. Karena hidupmu adalah
cita-cita setiap orang. Aku aneh, kau pun aneh. Tapi keanehan bukan suatu
kelemahan untuk melangkah jauh. Aku cinta diriku, dan kau harus begitu.
Tika juga spesial, kaya nasi goreng pake telur. HAHA! semangat ya! ❤️
BalasHapus